"Gimana kabarnya tante? sudah sehat?"
"Ya beginilah, sehat. Kirain kemarin mau nengokin, ternyata cuman nanya doang.."
"Ya ini kan saya tengokin.."
"Sudah sehat baru datang."
................. *saya terdiam, bengong*
"Itu ada dodol lampung kalau mau."
"Wah dari mana ini tante?"
"Kan Om AA kesini akhir bulan Januari, pas imlek tapi kamunya lagi sama temennya sih."
"Oh iya tante, soalnya sudah janji sama teman mau kesana, soalnya minggu lalunya kan ga jadi. Emang om AA kesini tanggal berapa?"
"Om AA kesini hari kamis tanggal 30, trus besoknya tanggal 31 semua pada kesini..(si tante nyebutin semua nama kakak sepupuku).
"Yah, aku tanggal segitu kan masih ada disini tante, aku ga tau apa-apa, ga ada yang bilangin."
"Kan tante sudah bilang minggu lalunya kalo om AA mau kesini akhir bulan."
"Aku ingetnya tante bilang itu belum pasti, jadi ga ingat deh, tante kok ga ngasih tau lagi?"
"Yah kan sebelumnya sudah dikasi tau, masa mau dikasi tau ulang-ulang?"
"Kan namanya ingatin.."
"Ya soalnya tante kan ga ada persiapan apa-apa, ga ada kue, ga ada nyiap-nyiapin. Eh Om AA datang bawa banyak banget kue, beli pizza yang besar banget trus semua pada datang kesini."
"Ya gpp.." saya cuma bisa bilang itu saja, dan sebenarnya saya tidak peduli dengan kue-kue dan pizza, saya hanya sedih kenapa tante ga ada ngomong lagi tentang kedatangan saudara-saudara semua.
Kemudian saya ngecek HP, inget sebelumnya pernah SMS si tante, tanyain kabar dan ngasih tau kalau hari minggu tidak bisa gereja bareng dan saya menemukan itu dikirim tanggal 31. Makin sedih banget rasanya, ternyata ditanggal segitu saat mereka sedang ngumpul bareng tidak ada niat sedikitpun untuk ngasih tau saya. Padahal saya ngasih tau ada urusan dengan teman itu hari Minggu, yang mana dihari yang sama (Jumat) saya SMS tapi hanya dijawab, "Ya oke" padahal dirumahnya lagi ada saudara-saudara yang lain ngumpul.
Lantas keluarlah alasan yang sesungguhnya, si tante bilang kalau om AA tidak suka sama tante YY yang saya tinggal dirumahnya ini, kebetulan rumah mereka sekompleks. Bisa saya rasakan kalau tante juga kurang suka dengan tante YY sehingga "mungkin" berimbas pada saya yang sekarang tinggal sementara dengan tante YY. Entahlah, yang jelas saya merasa sangat kasihan dengan orang-orang yang menyimpan rasa tidak suka dengan orang lain padahal orang tersebut adalah keluarga. Untuk saya sendiri hal itu tidak sampai ke hati. Saya sedih diperlakukan seperti yang sudah tante saya lakukan pada saya, namun itu bukan jadi alasan saya tidak menyukainya. Saya tidak akan berbicara dibelakang, namun saya akan mengatakan pada mama saya sebab mama adalah kakaknya.
Saya sebaiknya lebih bersikap wajar saja kepada tante dan tidak usah terlalu ingin diterima baik olehnya. Mulai saat ini saya tidak akan berusaha memberikan perhatian lagi ataupun berusaha baik pada tante, sikap saya akan wajar saja dan saya tidak akan mengharapkan dia menjadi baik pada saya. Saya hanya berharap tante dapat lebih sabar dan tidak terlalu keras. Semoga ajaran cinta kasih Yesus Kristus dapat tante terapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan orang-orang yang tante kurang suka. Sebab adalah mudah berbuat baik dengan orang yang juga baik pada kita namun tidak sebaliknya. Sebelumnya saya berusaha sekuat tenaga untuk baik kepada tante, namun semua usaha saya sama sekali tidak ada artinya buat tante. Dengan berat hati, saya akan kembali bersikap wajar pada tante. Bukannya saya menyerah, namun saya akan memberikan tante waktu untuk berpikir dan memahami apa yang berusaha saya berikan pada tante selama ini.
Saya memang bukan ponakan kesayangan ataupun ponakan yang bisa membuatmu senang, namun yang saya heran, setiap hal yang saya lakukan untukmu tidak pernah engkau liat sebagai sebuah perbuatan yang umum, tapi selalu engkau anggap minus. Saya tidak butuh plus, saya hanya butuh zero, tapi dimatamu semua usahaku selalu minus. Maka saya putuskan agar setiap usaha ini akan kembali pada zero, karena setiap usaha "plus" yang kulakukan untukmu selalu engkau balikkan "minus", padahal saya hanya ingin "zero". Maka mohon maaf bila kedepannya saya akan lebih memilih untuk jaga jarak padamu.
Semoga tante dapat berbahagia, sebab saya tidak tahu bagaimana lagi saya harus berusaha untuk mendapatkan "zero" darimu. Dari pada saya sedih karena selalu dianggap "minus", lebih baik saya tidak usah berharap apa-apa, sebab yang punya perasaan tidak hanya tante, saya juga sedih kalau disinisin terus. Dahulu saya akui saya salah, namun tindakan tante sekarang juga tidak dapat dibenarkan. Saya sebenarnya hanya berharap tante memberikan sedikit penghargaan atas usaha yang saya lakukan. Walaupun selalu disindir, disinisin saya selalu mau datang lagi dan lagi ke rumah untuk nengokin. Tapi setelah kejadian semua keluarga ngumpul dan saya tidak diberitahu rasanya pedih sekali, padahal saya ada SMS pada hari dimana semua keluarga ngumpul, tapi tante sama sekali ga ada ngasih tau lagi.
Saya kurang tau, namun mungkin ada baiknya saya tetap menjaga aura positif yang saya punya untuk tidak terlalu berdekatan dengan tante. Menurutku, tante terlalu negatif dan kerap kali membuat semangat positif saya kendur. Untuk sementara, saya akan jaga jarak, semoga tante berbahagia tanpa harus bertemu denganku dahulu.
Selengkapnya...